Mengenal Jenis Permainan Anak

Mengenal Jenis Permainan Anak Sesuai Usia

Posted by

Permainan anak memang sangat penting dalam masa pertumbuhan sang buah hati. Saat masih usia dini, anak-anak akan senang menghabiskan waktunya untuk bermain dan mempelajari hal baru. Sehingga, alangkah lebih baik jika orang tua mendampingi anak dalam masa perkembangannya agar bisa maksimal dan menjadi anak yang cerdas dan berbakat.

Permainan seringkali dianggap hanya sebagai hiburan biasa dan dibiarkan begitu saja. Padahal, orang tua harus tau permainan apa yang cocok dengan usia sang buah hati. Apa jadinya jika dia berusia 8 tahun tapi bermain game untuk usia 18 tahun? Tentu saja kurang sesuai dan bisa memberikan pengertian sendiri baginya.

Meskipun bermain merupakan rutinitas utama anak-anak untuk bersenang-senang, membangun kreativitas, imajinasi dan keterampilan, faktanya tidak semua jenis permainan akan berdampak positif bagi anak. Maka dari itu, ayo kenali jenis permainan yang baik untuk tumbuh kembang anak berdasarkan usianya. Berikut beberapa jenis permainan yang cocok untuk anak-anak menurut para ahli.

Permainan Bebas (Uncopied Play)

Permainan anak yang satu ini biasanya banyak dilakukan ketika sang buah hati masih bayi. Permainan ini bertujuan untuk menggerakan tubuh anak secara bebas tanpa acuan. Ini merupakan permainan dasar yang biasa dikenalkan pada anak-anak. Permainan seperti ini bisa melatih anak untuk berpikir, bergerak, dan berimajinasi tanpa ada aturan dalam permainan tersebut.

Beberapa contoh dari permainan yang bisa Anda mainkan ialah seperti menangkap bola. Agar bisa merangsang tumbuh kembang sang buah hati, Anda juga memberikan berbagai mainan anak lainnya yang memiliki tekstur dan warna yang menarik apalagi bisa mengeluarkan suara lucu. Hati-hati, hindari mainan yang ukurannya terlalu kecil, mengeluarkan cahaya tajam, dan juga terlalu besar.

Bermain Sendiri (Independent Play)

Sesuai dengan namanya, independent yang memiliki makna sendiri. Dalam permainan ini orang tua hanya berperan sebagai pengawas dan membiarkan anaknya bermain sendiri. Tahukah Anda, ternyata membiarkan anak bermain sendiri itu penting untuk tumbuh kembang sang anak. Mengapa? Dengan bermain sendiri akan membentuk sikap mandiri dalam diri anak.

Tidak ada orang di sekitarnya yang turut bermain, akan membuat anak menjadi kenal dengan kemampuan yang ia miliki dan menyadari bakat terpendambya. Selain itu bisa juga meningkatkan rasa kepercayaan diri anak atas usahanya ketika berhasil menyelesaikan sebuah permainan. Jenis permainan anak ini biasanya diberikan pada anak usia 2-3 tahun.

Permainan Mengamati (Onlooker Play)

Apakah Anda pernah mengamati anak yang sedang mengamati anak lain bermain? Ketika ia tidak ikut andil dalam sebuah permainan, sebetulnya anak tersebut sedang bermain juga. Yaitu permainan mengamati. Permainan ini membantu sang buah hati untuk bisa berkomunikasi dengan teman seusianya, memahami aturan permainan baru, dan akan lebih berani untuk bersosialisasi dengan teman-temannya.

Anda bisa memperhatikan anak-anak ketika melakukan hal ini, biasanya hal ini terjadi ketika ia bermain di luar rumah. Misalnya, ia ikut memperhatikan anak lain yang sedang bermain petak umpet, melihat anak lain yang sedang bermain bola, atau bahkan melihat anak perempuan yang sedang bermain lompat tali di halaman.

Dunia anak memanglah dunia bermain. Namun bukan berarti anak dibiarkan bebas bermain begitu saja. Semakin besar si kecil, maka permainannya akan semakin menjadi asosiasif. Tahap permainan ini hampir sama dengan mengamati namun kali ini sang buah hati akan mulai menirukan gerakan-gerakan permainan anak yang telah ia perhatikan.